Capai 75 Triliun, Tunjangan Sertifikasi Ternyata Tidak Mengubah Apa-apa

loading...
Berikut informasi menarik tentang "Capai 75 Triliun, Tunjangan Sertifikasi Ternyata Tidak Mengubah Apa-apa", semoga bermanfaat bagi para pembaca khususnya Bapak dan Ibu Guru di seluruh Indonesia. Berikut ulasannya :


Tunjangan sertifikasi profesi guru mencapai Rp 75 triliun setahun. Namun ternyata tidak mengubah apa-apa di lapangan. Tunjangan itu dikeluarkan sebagai dampak dari keluarnya UU Guru dan Dosen pada 2005.

Hal itu disampaikan oleh Hamid Muhammad, Dirjen Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud di Universitas Negeri Malang (UM), Sabtu (5/11/2016) kepada peserta "2nd International Conference on Education and Training" (ICET) di aula A3.

Dengan sertifikasi itu, lanjutnya, diharapkan mereka bekerja profesional dan meningkatkan kinerjanya.

"Diasumsikan guru menjadi guru profesional yaitu mengajar dengan bagus dan siswa paham pelajaran bukan hafalan," katanya.

Namun, pada akhirnya yang dikejar malah tunjangan sertifikasinya. Padahal harapannya dana sertifikasi itu adalah implikasinya. Ditambahkan Hamid, dalam menangani guru, Kemendikbud tidak berjalan sendiri.

Sebab sejak otoda, kementrian tidak bisa merekrut guru-guru di lapangan. Sehingga banyak lulusan perguruan tinggi yang bagus tidak menjadi guru. Namun malah dari perguruan tinggi tidak terkenal jadi guru.

"Itu terjadi selama 15 tahun. Sejak 2001. Masalah guru, kemendikbud tidak bisa intervensi. Sebab ditangani kemenpan, BKN dan pemerintah daerah," katanya. Sehingga, tugas Kemendikbud hanya menyiapkan data per sekolah.

"Dalam rekrutmen guru, permintaan kualitas guru diabaikan. Sehingga selalu jadi masalah," ujarnya.

Ia juga menyoroti masalah ketidakhadiran guru di sekolah hingga hal merisaukan, yaitu guru ke sekolah namun tidak mengajar.

Usai acara, kepada media, Hamid menyatakan tidak akan mengotak-atik tunjangan sertifikasi.

"Tidak. Tetap dapat karena memang itu haknya," jawab dia. Namun akan terus dilakukan pembenahan.

Termasuk membuat instrumen untuk melihat kinerja guru mengajar di kelas agar bisa melihat efektifitasnya.

"Selama ini untuk melihat jam belajar efektif guru tidak mempunyai instrumen," kata dia.

Sehingga satu-satunya cara yaitu menyusun sistem penilaian kinerja guru dan ada penjaminan mutu guru.

Sumber: tribunnews

Sekian ulasan tentang "Capai 75 Triliun, Tunjangan Sertifikasi Ternyata Tidak Mengubah Apa-apa", jangan lupa LIKE/FOLLOW media sosial kami lainnya guna mendapatkan informasi terbaru seputar guru dan pendidikan lainnya.

loading...
Capai 75 Triliun, Tunjangan Sertifikasi Ternyata Tidak Mengubah Apa-apa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Agenda Guru

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Apanya yang belum apa2 ?
Sabarlah. Perubahan baru akan nampak puluhan tahun kemudian. Mana bisa semudah membalikkan telapak tangan.

Posting Komentar