Kisah KH Hasyim Asy'ari Tegur Menantunya Saat Umumkan Lebaran

Berikut informasi tentang Kisah KH Hasyim Asy'ari Tegur Menantunya Saat Umumkan Lebaran semoga bermanfaat bagi para pembaca setia AGENDA GURU khususnya Bapak/Ibu Guru di seluruh Indonesia.

Berikut ulasannya:


Di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU), banyak sekali ahli ilmu falak (astronomi). Memang biasanya seorang kiai tidak hanya menguasai satu ilmu, tapi lebih, biasanya seorang generalis. Tidak sedikit ulama yang ahli ketabiban, falak, dan kanuragan, bahkan itu menjadi tradisi ulama pesantren.

KH Maksum Ali, Jombang, seorang ahli falak yang juga menulis kitab tentang falak. Sudah menjadi kelaziman bagi ahli falak untuk melakukan puasa dan lebaran sesuai hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat(observasi/melihat hilal)-nya sendiri. Pada suatu hari sesuai dengan hasil perhitungannya, Kiai Maksum Ali memutuskan untuk ber-Idul Fitri sendiri yang ditandai dengan menabuh bedug bertalu-talu.

<>

Mendengar keriuhan itu, sang mertua, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari kaget. Setelah tahu duduk perkaranya, ia menegur, “Hei, bagaimana kau ini, belum saatnya lebaran kok bedug-an duluan?”

Mendapat teguran dari mertuanya itu Kiai Maksum segera menjawab dengan tawadlu (hormat), “Ya, Kiai, saya melaksanakan Idul Fitri sesuai dengan hasil hisab yang saya yakini ketepatannya.”

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Idul Fitrih pada Hari Minggu 25 Juni 2017

“Soal keyakinan, ya keyakinan, itu boleh dilaksanakan. Tetapi jangan woro-woro (diumumkan dalam bentuk tabuh bedug) mengajak tetangga segala,” gugat Kiai Hasyim, pendiri NU tersebut.

“Tetapi bukankah pengetahuan ini harus di-ikhbar-kan (diwartakan), Romo?” tanya Kiai Maksum.

“Soal keyakinan itu hanya bisa dipakai untuk diri sendiri, dan nabuh bedug itu artinya sudah mengajak, mengumumkan kepada masyarakat, itu bukan hakmu. Untuk mengumumkan kepastian Idul Fitri itu haknya pemerintah yang sah,” tutur Kiai Hasyim.

Baca juga: Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1438 H Pada 24 Juni 2017

“Inggih (iya) Romo,” jawab Kiai Maksum setelah menyadari kekhilafannya. (Mun’im DZ)

Diceritakan kembali dari KH Ghazalie Masroerie
(Ketua Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama)

Sumber: NU Online

Baca juga: Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Lebaran pada Hari Sabtu 24 Juni 2017

Sekian informasi tentang Kisah KH Hasyim Asy'ari Tegur Menantunya Saat Umumkan Lebaran, jangan lupa LIKE/FOLLOW media sosial kami lainnya untuk mendapatkan update informasi terbaru setiap saat.

loading...
Kisah KH Hasyim Asy'ari Tegur Menantunya Saat Umumkan Lebaran Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Agenda Guru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar